Dari Ruang Kelas ke Pucuk Pimpinan, Decky Jois Kalukur Bangun Sekolah Berbasis Karakter di SDN Sikumana 1

Decky Jois Kalukur

Perjalanan karier Decky Jois Kalukur tidak dibangun secara instan. Lahir di Kupang, 21 Desember 1985, pria yang kini menjabat Kepala UPTD SD Negeri Sikumana 1 ini meniti jalan panjang sebagai pendidik sebelum dipercaya memimpin sekolah.
Decky memulai kiprahnya sebagai guru muda di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana PGSD dan Magister Pendidikan IPS dari Universitas Nusa Cendana, ia kemudian memperkuat kompetensinya melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Jakarta pada 2021.
Pengalaman panjang di dunia pendidikan membuatnya tidak hanya memahami proses belajar mengajar, tetapi juga dinamika pengelolaan sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi ruang pembentukan karakter,” ujar Decky saat ditemui, menegaskan arah kepemimpinannya.
Sebagai kepala sekolah definitif di SDN Sikumana 1, Decky menempatkan penguatan karakter sebagai fondasi utama. Ia meyakini bahwa kecerdasan akademik tanpa karakter tidak akan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Karena itu, sejumlah program prioritas mulai digerakkan. Di antaranya penguatan literasi dan numerasi berbasis teknologi, pembiasaan disiplin dan kegiatan religius, serta pelatihan guru dalam metode pembelajaran aktif dan menyenangkan.
Tak hanya itu, ia juga mendorong penerapan budaya 5S—senyum, sapa, salam, sopan, santun—yang dipadukan dengan kedisiplinan sebagai nilai dasar kehidupan sekolah. Menurutnya, pembentukan karakter harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Dalam membangun ekosistem pendidikan, Decky melibatkan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Guru, tenaga kependidikan, siswa, dan komite sekolah menjadi pilar utama. Sementara itu, kerja sama juga dijalin dengan orang tua, puskesmas, kepolisian, hingga komunitas pegiat anak.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sekolah harus menjadi ruang kolaborasi agar mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Salah satu perhatian khususnya adalah perlindungan siswa dari pengaruh negatif, termasuk perundungan siber. Untuk itu, sekolah menjalin komunikasi intensif dengan orang tua dan pihak terkait guna melakukan deteksi dini.
Di sisi lain, Decky juga berupaya membangkitkan semangat “local genius” melalui penguatan literasi budaya dan cerita daerah. Ia ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas dan kebanggaan terhadap budaya lokal.
Upaya tersebut mulai dijalankan sejak awal Mei 2026, diawali dengan sosialisasi dan pelatihan internal bagi para guru.
Dedikasi Decky di dunia pendidikan turut mendapat apresiasi. Ia dianugerahi Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada 2025 dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya.
Dengan pengalaman dan visi yang dimilikinya, Decky berharap SDN Sikumana 1 mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.
“Target kami sederhana, tetapi mendasar: menciptakan anak-anak yang jujur, bertanggung jawab, dan mampu memberi kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
(goe)

Online- oder landbasierte Casinos Wo liegt der Unterschied     |     Flashbackreaktioner på nya casinon utan svensk licens: Vad betyder det för spelare?     |     Understanding legal regulations in the gambling industry a comprehensive guide     |     Міфи про казино що варто знати, щоб уникнути помилок pin up casino     |     Understanding the financial implications of gambling A comprehensive analysis     |     Sezonluk Təkliflər Pinco Onlayn Kazinosunda: Nə Gözləmək Olar     |     Consejos esenciales para mantener el control al jugar en línea     |     Kontrolirajte kockanje savjeta za održavanje discipline     |     Kulturelle Perspektiven des Glücksspiels Ein tiefgreifender Überblick     |     Zukünftige Trends im Glücksspiel Was erwartet uns     |